Lingkup Dan Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak

Mengapa.ID –Lingkup Dan Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak. Pendidikan sangatlah penting guna menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas. Pendidikan dimulai sejak anak terlahir ke dunia. Namun seringkali pendidikan baru dianggap ada ketika seorang anak berada dalam sebuah kelas. Ya, walau sejatinya arti pendidikan bukan hanya belajar di sekolah namun setiap anak di Indonesia wajib menempuh pendidikan formal atau di sekolah minimal 9 tahun. Wajib belajar ini dimulai sejak kelas 1 Sekolah Dasar hingga lulus Sekolah Menengah Pertama. Bukan hanya wajib belajar, kini masyarakat Indonesia justru sudah sangat peduli akan pendidikan anaknya. Hal ini dibuktikan dengan maraknya orangtua yang mendaftar anaknya untuk masuk ke sekolah usia dini sebagai pendidikan awal kanak-kanak.

Lingkup Dan Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak

Lingkup Dan Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak
Lingkup Dan Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak

Ya, sejak dahulu kala di Indonesia sudah mengenal yang namanya TK atau Taman Kanak-kanak. TK ini termasuk juga dalam lingkup pendidikan awal anak sebelum pendidikan dasar. Lalu, dimulai tahun 2003 sudah dikenal pula istilah PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini yang memungkinkan anak untuk lebih dini menempuh pendidikan di sekolahan. Namun, seperti apakah sebenarnya definisi pendidikan awal kanak-kanak?

Ketahui Definisi Pendidikan Awal Kanak-Kanak

Secara sederhana, definisi pendidikan awal kanak-kanak merupakan upaya pemberian pendidikan kepada anak-anak sejak lahir hingga berusia 6 tahun sebagai dasar sebelum berada dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau pendidikan dasar. Pendidikan diawal ini dilakukan untuk membekali anak agar lebih siap secara jasmani dan rohani serta merangsang otak anak untuk bisa belajar dalam sistem pendidikan formal selanjutnya.

Dalam pendidikan awal untu anak anak ini, tidak hanya bisa dlakukan secara formal seperti mengikuti taman bermain, atau mengikuti PAUD. Namun, yang dmaksud dalam pendidikan awal kanak-kanak ini meliputi pula pendidikan nonformal dan informal. Di Indonesia, pendidikan awal ini tercantum pada Permendiknas tahun 2009 nomor 58 yang berisi dengan ruang lingkup pendidikan usia dni. Hal ini menjadi penting agar menjadi panduan para penyelenggara pendidikan usia dni dalam mendidik anak yang berada di masa emas. Ya, masa emas anak ini sangat harus dmanfaatkan untuk kegiatan pendidikan yang bisa membuat anak tumbuh cerdas dan sehat.

BACA JUGA  Wayang dalam Bahasa Jawa dan Jenisnya Berdasarkan dengan Bahan Pembuat

Lima Point Permendiknas

Dalam Permendiknas ini, terdapat 5 poin yang penting untuk dperhatikan sebagai arah penyelenggaraan pendidikan untuk anak sebelum memasuki pendidikan dasar. Kelima poin arah tersebut yang pertama yaitu pendidikan usia dni harus menitikberatkan pada pendidikan yang membuat moral dan agama. Penanaman moral dan budi pekerti serta juga iimbangi dengan pendidikan agama masing-masing menjadi penting di negara yang menganut Pancasila ini. Yang kedua, anak-anak dalam pendidikan masa awal ini harus juga dperhatikan soal perkembangan fisiknya. Anak harus drangsang agar koordinasi motoriknya bisa berkembang dan terus tumbuh cerdas. Yang ketiga, tentu saja soal kecerdasan atau kognitif.

Namun, dalam pendidikan yang merangsang daya pikir dan juga daya cipta ini harus dlakukan secara hati-hati dan jalan yang benar agar anak tidak terlalu berat menerima pendidikan. Pendidikan untuk mengarahkan pada poin kognitif harus dlakukan dengan cara yang menyenangkan. Karena pada dasarnya, usia dni belum sepenuhnya siap untuk menerima pelajaran berat. Lalu yang selanjutnya adalah soal sikap dan pengendalian emosi. Poin ini menjadi poin yang seringkali dabaikan sehingga dapat membuat anak-anak menjadi tidak berjiwa sosial dan tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Lalu yang terakhir soal komunikasi dan Bahasa. Komunikasi yang baik harus selalu dlatih dan dbiasakan agar anak berani tampil di depan umum serta menggunakan Bahasa yang benar. Jika menerapkan kelima poin tersebut secara tidak langsung sudah menerapkan definisi pendidikan awal kanak-kanak.

Lingkup Pendidikan Usia Dini Di Indonesia

Di Indonesia, penerapan definisi pendidikan awal kanak-kanak umumnya diserahkan pada PAUD. Ya, sekolah untuk anak-anak usia dni juga memiliki acuan penyelenggaraan pendidikan yaitu berdasarkan sisdiknas nomor 20 tahun 2003. Di dalamnya, termuat juga soal rentangan umur untuk anak yang berada di PAUD yaitu usia 0 sampai 6 tahun. Namun sebenarnya, jika mengacu pada dsiplin ilmu PAUD maka usia yang termasuk dalam pendidikan awal atau usia dni ini tidak hanya sampai 6 tahun, tetapi hingga anak usia 8 tahun.

BACA JUGA  Makna Istighfar dan Taubat Serta Perbedaannya

Menurut dsiplin ilmu, lingkup jenjang pendidikan dbagi menjadi Infant yaitu usia 0 sampai 1 tahun, toddler yaitu 2 sampai 3 tahun, lalu Taman Kanak-kanak atau taman bermain yaitu 3-6 tahun, dan Sekolah Dasar Kelas Awal yaitu 6 sampai 8 tahun. Namun di Indonesia, umumnya yaitu berurutan mulai dari PAUD atau Preschool, TK, lalu langsung Sekolah Dasar yang sudah termasuk wajib belajar. Walau begitu, tidak ada yang berbenturan antara sisdiknas dan dsiplin ilmu lantaran anak yang berusia 7 sampai 8 tahun yang sudah memasuki SD pun masih dberikan pelajaran yang sesuai dengan usia dni.

Status Penyelenggara Pendidikan

Lalu siapa atau apa saja yang menjadi satuan penyelenggara pendidikan di usia ini? Dalam prakteknya di Indonesia, terdapat beberapa status penyelenggara pendidikan yang sudah dmengerti banyak orang.  Yang pertama merupakan KB atau PAUD. Seperti yang telah dijelaskan tadi, KB atau PAUD merupakan sekolah pertama yang dmasuki oleh anak-anak. Walau tidak wajib, namun banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya agar lebih terjamin pendidikannya oleh para guru yang terdidik.

Lalu selain itu, ada pula Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal, Bustanul Athfal, dan satuan sejenis yang biasanya menyelenggarakan pendidikan awal 2 tahun sebelum memasuki Sekolah Dasar. Lalu, walau termasuk pendidikan wajib namun sejatinya kelas 1 hingga kelas 3 Sekolah Dasar juga menjadi pendidikan awal.  Jika itu semua sudah dkenal baik sebagai pendidikan formal, ada pula pendidikan jenis lainnya yang juga termasuk dalam pendidikan awal anak-anak. Yang pertama yaitu Taman Penitipan Anak. Saat ini sudah banyak Taman Penitipan Anak yang tidak hanya sebagai tempat untuk menitipkan anak namun juga terdapat pendidikan usia dninya.

Selain itu, ada pula Taman Pendidikan Alquran yang hampir pasti ada dsetiap desa atau bahkan lingkup yang lebih kecil. Tentu saja, TPA menjadi tempat pendidikan awal untuk anak muslim untuk mempelajari Alquran. Selain itu, Bina Keluarga Balita dan juga Posyandu pun termasuk juga satu penyelenggaraan pendidikan untuk usia dni. Lalu, keluarga dan lingkungan pun juga menjadi bagian karena sangat berpengaruh. Ya, keluarga dan lingkungan bahkan menjadi tempat belajar anak usia dini yang berlangsung paling lama dan setiap hari. Inilah tanggungjawab orangtua, dan keluarga untuk selalu memberikan pendidikan agar anak menjadi berkembang sesuai dengan yang iinginkan.

BACA JUGA  Inilah 10 Fakta Anak Pertama Menikah dan Anak Pertama

Kesimpulan

Itu tadi penjabaran mengenai definisi pendidikan awal kanak-kanak. Dengan adanya penyelenggaraan pendidikan anak usia dni, dharapkan generasi bangsa menjadi tumbuh berkembang menjadi individu yang berkualitas. Sehingga, bisa menjadi insan yang siap untuk menjalani kehidupan saat dewasa. Selain itu, tentu saja agar anak-anak lebih siap untuk mengikuti pendidikan di jenjang Sekolah Dasar dan seterusnya.